Mengusir terang benerang
Ayampun patut pada empunya
burung pun kembali kesarangnya
Para kuli duniawi mulai pulang
Lepaskan beban pikiran bersama keluarga
Suara Adzan menggema di semua belahan dunia
Rembulan datang tanda cintanya pada sang malam
Namun Cintaku takkan pernah padam dalam senja itu
karena cintaku bak ayam yang patuh pada empunya
Cintaku bagai rembulan kepada sang malam
Cintaku seperti Adzan yang menggema
Karena cintaku padamu adalah cinta kepada agungnya ciptaan Tuhan
Puisi ini saya persembahkan kepada istriku tercinta Endang palupi
By Arief ^_^

0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Kunjunganya jangan lupa sertakan link anda dan nantikan kunjungan balik saya ^_^