Binjai adalah pohon buah sejenis mangga dengan bau yang harum menusuk dan rasa yangNama ilmiahnya adalah Mangifera caesia. masam manis. Kerabat dekatnya, kemang, seringkali dianggap serupa dan dimasukkan ke dalam spesies ini. Akan tetapi beberapa pakar menyarankan untuk memisahkannya dalam jenis tersendiri, Mangifera kemanga.Binjai terutama ditanam untuk buahnya, yang biasa dimakan segar setelah buah itu masak atau dijadikan campuran es. Binjai juga digunakan sebagai campuran sambal, terutama untuk masakan ikan sungai. Buah binjai yang masih muda tak dapat dimakan karena duhnya sangat tajam dan menggatalkan. Bijinya kadang-kadang dikeringkan dan diolah sebagai lauk makan nasi.
Buah binjai yang mengandung banyak sari buah dan asam-manis rasanya dapat dimakan dalam keadaan segar setelah buahnya matang. Varietas yang dinamai 'wani', yang terutama dijumpai di Bali, juga di Kalimantan Timur, mirip sekali dengan binjai, tetapi di pasar lokal harganya lebih mahal, karena buahnya enak sekali, banyak mengandung sari buah dan rasanya manis, hampir tidak berserat, dan bau busuknya tidak ada sama sekali. Wani ini baik sekali untuk diolah menjadi es krim sari buah. Binjai seringkali digunakan untuk membuat sambal yang dimakan dengan ikan sungai. Di beberapa daerah, daging buah yang matang dijadikan asinan dan diawetkan dalam garam, dan disimpan dalam botol untuk membuat sambal jika tidak sedang musim buah.
Buah binjai yang mengandung banyak sari buah dan asam-manis rasanya dapat dimakan dalam keadaan segar setelah buahnya matang. Varietas yang dinamai 'wani', yang terutama dijumpai di Bali, juga di Kalimantan Timur, mirip sekali dengan binjai, tetapi di pasar lokal harganya lebih mahal, karena buahnya enak sekali, banyak mengandung sari buah dan rasanya manis, hampir tidak berserat, dan bau busuknya tidak ada sama sekali. Wani ini baik sekali untuk diolah menjadi es krim sari buah. Binjai seringkali digunakan untuk membuat sambal yang dimakan dengan ikan sungai. Di beberapa daerah, daging buah yang matang dijadikan asinan dan diawetkan dalam garam, dan disimpan dalam botol untuk membuat sambal jika tidak sedang musim buah.

0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Kunjunganya jangan lupa sertakan link anda dan nantikan kunjungan balik saya ^_^