iklan

Tuesday, April 7, 2015

PIDATO BAHASA JAWA


Assalamualaikum Wr. Wb

Alhamduillahirobil alamin, wabihinastain ala umuridunya waddin wasolallohu alaihi wasalam ama ba’du. Robbi srohli sodri wayasirli amri wahluk uqdatanlisani yafqohu qouli. Dumateng para sesepuh pinisepuh ingkang kawulo hormati, dumateng para alim ulama, ustad ustazah ingkang kawula tenggo-tenggo fatwanipun, dumateng para hadirin ingkang dipun mulyaken Allah, dumateng  dewan juri ingkang kawua hormati, Sepindah sumangga kita tansyah ngaturaken puji syukur dumateng Gusti Ingkang maha agung Injih punika Gusti Allah SWT ingkang sampun maringi rahmat saha hidayahipun sahingga kita waget kempal manunggal wonten papan panggenan ingkang Insya Allah kathah barakahipun amin allaohuma amin. Ingkang kaping kalih mboten kesupen sholawat saha salam kita haturaken dumateng kanjeng nabi Muhammad SAW ingkang sampun ngasto kita wonten jaman jahilliyah dumugi jaman ingkang  moderen punika. Para rawuh ingkang kawula hormati, keparing matur wonten majlis punika, bilih kahanan ahlak pemuda pemudi Indonesia wonten jaman sakniki punika memprihatinaken sanget. Globalisasi ingkang sampun merasuk dumateng masyarakat sampun ngerusak alhlak budi pekerti putra putri bangsa.
 Kabudayan ingkang tansah kita uri-uri sampun luntur dumateng kabudayan kilen khususipun Amerika, mila sumonggo kita tansah mageri akhlak kita, sahingga kita mboten kintir dumateng arus globalisasi. Sampun sak wajibipun kita pemuda nahdiyyin anjagi lan maingi tuladha dumateng para sedherek kita wonten njawi, supadhos tansah njagi ahlak kaliyan kabudayan Islam. Mila sumangga kita milai saking pribadi kita sedhanten. Ingkang pungkasan, mbok bilih wonten klenta klentu anggenipun kawula matur nyuwun gauging samudra pangaksami.
Wabillahi taufiq walida wassalamualaikum WR WB

LANGKAH KEHIDUPANKU


 Kulangkahkan kaki kedunia fana ini

Berbekal kompas bismillah yang diberikan ayahku
Dengan gayung syari’at yang telah ditanamkan dalam lubuk hati
Kumantabkan langkah mengarungi kejamnya dunia
Dengan kasih sayang seorang ibu dalam mendidiku
serta bendera Islam
Yang diberikan keluargaku..
Kibarkan bendera kebajikan
Dengan Iman yang kokoh dalam lubuk hati
Yang di tanamkan ibuku diwaktu ku tumbuh
Luruskan niat memerangi kebatilan
Demi mengibarkan panji panji Illahi
Demi kokohnya tiang tiang Islam
Tegakkan amar ma’ruf nahi mungkar
Berbekal Ilmu yang diberikan guru-guruku
Ku arungi samudra kehidupan yang sangat fana ini
Dengan tembok-tembok yang telah di bangun oleh orangtuaku
Kumelangkah jauh mengarungi kehidupan

Berbekal Jalan yang bernama ISLAM.

DOSA PENGOBRAL DOA

Tuhanku yang maha pengasih..
Tunjukkanlah JalanMu..
Sehingga jalan hidupku tiadalagi gelap gulita
Terangilah jiwaku,,
Tetapkanlah Imanku
Kukuhkanlah Islamku
Karena ku tak ingin menjadi pengobral Do’a yang selalu mengeluh penuh kemunafikan
Hanya kepadaMu ku memohon waha Dzat yang maha tahu…
Lindungilah hambamu ini dari Fitnah…
Lindungilah hambamu ini dari api neraka..
Lindungilah hambabu ini dari siksa kuburMu…

Tuhan Ampuni Segala Dosa dan Khilafku

Monday, April 6, 2015

APPRECIATE YOUR LIFE FRIENDS !!!

Once there was a young man who lives alone. Low education, living from working as agricultural laborers belonging to a wealthy landowner. Although life is simple but actually he can pass well daily.

At one point, the boy was bored with life. He did not understand, for what actually live in this world. Every day working in the fields for food. Just to get through the day to wait when it will die. The young man felt empty, hopeless, and has no meaning.
"Rather than do not know life for nothing and just wait to die, I'd better just put an end to this life," he said to himself. Prepared a rope and he intended to hang himself on a tree.
Trees intended, upon seeing signs like it, suddenly interrupted softly. "Young people are handsome and kind, please do not hang yourself in this dahanku-old. Unfortunately, when she was broken. And every morning there are a lot of birds that landed there, singing merrily to entertain anyone who is around here."
With a grumble, the young man went to continue selecting other trees, not far from there. When preparing, back came the faint sound of a tree, "O young man. You look up here, there is a wasp nest that is being done by so many bees with assiduous and diligent. If you want to commit suicide, please move to another place. Have mercy on bees and humans who have worked hard but can not enjoy the results. "
Again, without answering a word, the boy goes looking for another tree. The word didengarpun not much different, "Young man, because the shade daunku, widely used by humans and animals to simply rest or shelter under dedaunanku. Please do not die here."
After the third tree, pensive young man and thought, "Even a piece pohonpun so appreciate this life. They love himself so as not broken, not disturbed, and still shade to protect the natural and beneficial for others".
Immediately a new consciousness. "I'm human; young, strong, and healthy. Inappropriate I wipe my own life. From now on, I have to have goals and will work well for can also be beneficial for others".

The youth was returning home with enthusiasm and a sense of relief.

Sunday, April 5, 2015

Hargai Hidupmu, Kawan

Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walaupun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.

Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.
"Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini," katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.
Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. "Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini."
Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, "Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya."
Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, "Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini."
Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, "Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain".
Segera timbul kesadaran baru. "Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain".

Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega. 

iklan

 

Copyright © Panwascam Bulu. All rights reserved. Template by Belajar Menulis & Templateism.com